27 Agustus 2012

Bunga Sakura di Indonesia

Tak perlu jauh-jauh pergi ke Jepang untuk menikmati keindahan Sakura. Di Kebun Raya Cibodas, kita bisa melihat pohon Sakura yang sudah ditanam sejak tahun 1953 yang akan berbunga pada sekitar bulan Januari-Februari atau Februari-Maret. Di Kebun Raya Cibodas telah ditanam ratusan pohon Sakura dengan 7 jenis tanaman Sakura yaitu Prunus cerasoides, Prunus yedoensis, Prunus yamasakura, Prunus lannesiana, Prunus sp., Prunus arborea, dan Prunus costata. Sekarang kita bisa menikmati `hanami`(tradisi melihat bunga) tanpa harus pergi ke Jepang dengan melihat mekarnya bunga Sakura di Cibodas. 



Bunga Sakura yang berkembang di Kebun Raya Cibodas (KRC) adalah Prunus cerasoides D.Don (Rocaceas), berasal dari Himalaya. Istimewanya, kalau di tempat asalnya sakura biasa berbunga setahun sekali, di KRC yang selalu bersuhu sekitar 18 derajat Celsius, dapat berkembang dua kali setahun, sekitar bulan Januari-Februari dan Agustus-September.

Sejak 1971, di KRC ditanam pohon bunga sakura. Sakura memang mudah beradaptasi dengan iklim Cibodas, yang berlokasi di kaki Gunung Gede Pangrango, terletak pada ketinggian 1.300-1.425 di atas permukaan laut.

KRC didirikan lebih dari 1,5 abad lalu, tepatnya 11 April 1852, oleh Johannes Ellias Teijsmann. Dinamakan Bergtuin to Tjibodas, artinya Kebun Pegunungan Tjibodas. Telah gonta-ganti nama dan fungsi, kini KRC dengan areal seluas 125 hektare dijadikan unit pelaksana teknis Balai Konservasi Tumbuhan dari LIPI.

Dari belasan ribu koleksi yang ada, antara lain terdapat tanaman prunus penghasil sakura. Sebenarnya Indonesia yang kaya hayati memiliki sekitar 38 jenis prunus endemik. Sayang, prunus belum dikenal dan ditelaah, bahkan terancam punah karena habitatnya mengalami kebakaran hutan, penjarahan, dan sebagainya. KRC tepat untuk melestarikan dan meneliti prunus endemik itu.

Pada 2004 Kebun Raya Tsukuba di Jepang menghadiahkan pohon bunga sakura kepada Presiden Megawati. Sebelumnya pohon sakura di KRC ditanam tersebar dekat rumah kaca dan danau.

Sejak 16 April 2007, pada areal seluas 5.000 meter persegi, berlokasi di lembah, resmi dibangun Taman Sakura, ditanami 400 batang pohon sakura. Diharapkan kelak taman itu memiliki koleksi seluruh pohon jenis prunus endemik Indonesia.

Sekarang Taman Sakura sudah tertata indah, di dasar lembah terdapat sungai kecil, mengalir air dari pegunungan yang jernih dan dingin. Di sisi dan badan sungai dipasangi batu alam membentuk jeram-jeram dan air terjun yang sangat menarik.

Para pelancong dapat berjalan di jalan setapak, menyeberangi sungai melalui jembatan-jembatan kecil yang artistik, sambil menikmati sakura bermekaran. Sudah banyak warga Jepang, Korea, dan lainnya berdatangan melihat bunga sakura di Indonesia, yang dapat berkembang dua kali setahun.

Di Jepang, bunga sakura biasa ditanam berkelompok. Saat berbunga, semua pohon di suatu lokasi akan bermekaran secara bersamaan, daun-daun hijau rontok, tinggal terlihat sakura bergerombol indah sekali.

Sudah menjadi budaya orang Jepang senang memandangi sakura bermekaran, dikenal sebagai hanami. Mereka biasa berkumpul di bawah pohon sakura, berpesta makan, minum sambil bernyanyi, disebut enkai. Musim sakura bermekaran atau cherry blossom, bertepatan dengan tibanya musim semi, disambut seluruh warga Jepang dengan ceria, seakan mengawali kehidupan baru yang penuh harapan.

Banyak jenis pohon prunus yang termasuk dalam suku Rocaceas. Jenis Cerasoides yang tumbuh di KRC berbunga kecil dan berwarna merah muda. Bunga sakura di Jepang punya banyak varietas, bermacam warna, dan ada yang petalnya lebih dari lima helai. Pohon prunus bersifat deciduous atau daunnya berguguran disusul bunga bermekaran.


Memang indahnya sakura di Cibodas belum secantik di Jepang karena masih banyak daun hijau dan bunganya belum lebat. Namun, keelokan bumi Cibodas berlatarkan Gunung Gede Pangrango sungguh tiada tandingannya.

Kalau Anda belum pernah menikmati keindahan KRC, yang hanya berjarak 2,5 jam perjalanan dari Jakarta, ayo, jangan mau ketinggalan lebih lama lagi. Tahun 1977 UNESCO saja pernah menetapkan Cibodas sebagai salah satu cagar biosfer di Indonesia.

Diharapkan, Taman Sakura ini akan menjadi pusat koleksi prunus, bukan saja yang dari luar, tetapi lengkap pula dengan endemik Indonesia. Juga menjadi arena hanami dan bernostalgia bagi pelancong Jepang, serta menjadi tempat reriungan warga kita untuk menikmati lebatnya sakura bermekaran.cianjurcybercity

0 comments:

Poskan Komentar

Populer